Warga Binaan Lapas Pematang Siantar Peroleh Upah dari Hasil Pembinaan Kemandirian
Warga Binaan Lapas Pematang Siantar Peroleh Upah dari Hasil Pembinaan Kemandirian
Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Kelas II A Pematang Siantar,
– Seorang Warga Binaan Lapas Kelas IIa Pematang Siantar berinisial MJ telah resmi mendapatkan kebebasan, melalui program Pembebasan Bersyarat (PB) , Selasa (21/7/2026).
Yang membuat peristiwa ini istimewa adalah, MJ tidak kembali ke masyarakat dengan tangan hampa, ia membawa buku tabungan yang berisi Rp , 1 jt sebagai hasil kerja selama menjalani masa pidana.
Uang tersebut merupakan Upah dari partisipasinya dalam program pembinaan kemandirian, yang dijalankan oleh Lapas Pematang Siantar.
Saat menerima buku tabungan, MJ menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Saya tidak menyangka hasil kerja saya di sini akan bisa menjadi modal untuk hidup baru. Uang ini akan saya gunakan, untuk membuka usaha kecil dan membantu keluarga saya. Semoga dengan ini saya bisa mulai hidup yang lebih baik,” ujar MJ.
Kepala Subseksi Sarana Kerja, Debora Hutagalung menjelaskan, program pemberian Upah dalam bentuk tabungan merupakan kerja sama dengan Bank BRI.
“Kami sengaja memilih bentuk tabungan bukan uang tunai, untuk menjaga keamanan dan membantu Warga Binaan memahami pentingnya mengelola keuangan dengan baik. Ini bagian dari upaya kami, untuk memastikan mereka dapat berintegrasi kembali ke masyarakat dengan bekal yang cukup,” jelas Debora saat penyerahan buku tabungan.
Langkah ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menekankan pada pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi narapidana.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIa Pematang Siantar, Davy Bartian menegaskan bahwa hal ini adalah, bagian dari komitmen Lembaga untuk mendukung Kemandirian ekonomi mantan narapidana.
“Setiap pekerjaan yang mereka lakukan di dalam lapas memiliki nilai, dan kami ingin mereka mendapatkan haknya. Dengan memberikan modal awal berupa tabungan, kami berharap mereka bisa membangun kehidupan yang stabil dan tidak tergoda untuk kembali pada jalur yang salah,” harap Davy.
Kasi Kegiatan Kerja, Holmes Siregar juga menyebut Lapas Kelas IIa Pematang Siantar akan terus mengembangkan program serupa, agar lebih banyak Warga Binaan dapat membawa pulang bekal ekonomi, saat mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
" Tujuannya adalah menanamkan pemahaman bahwa masa di dalam Lapas bisa menjadi periode perubahan positif, yang membekali mereka untuk hidup yang lebih baik dan produktif." tandas Holmes.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang pendidikan dan pemberdayaan. Edukasi finansial, dan dukungan reintegrasi sosial yang diberikan akan membantu Warga Binaan, untuk berdiri sendiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.